Gue Galau. Gue gundah gulana. Gue gelisah. Gue panik.. gue...gueeee... huwaaahh!
Tiap gue online seakan gak klop rasanya kalo gak buka profil elonya. Entah itu facebook atau twitter.
Gue jadi manusia cupu yg baru pertama kali liat cewek cakep. Bawaan air mata berbinar, iler udah pada mau netes aja. Kagum dan gak akan habisnya gue kagum ke elonya.
CANTIK eh gak deh, paling Cantik atau ahh gak tau deh. Gak ngerti jelasin gimana indahnya elo di mata gue. Walaupun gue tau gue belum lama kenal ama lo. Dan ketemuan aja belom pernah. Bisa dibayangim deh ya, nelpon elo aja gue kagak tau mau bilang apa, gimana mau jumpa? Mungkin gue udah FREEEZE!
np ; Ayu Tingting - Alamat Palsu (salah lagu begoookkk!!!)
Tingkat galau gue udah akut kalo mikirin elo. Galaunya gue lebih dari galaunya para menteri yang bakal di-reshuffle pak Beye. Galaunya gue liat elo lebih gdari galaunya Ayu Tingting yg pada kurang kerjaan nyari alamat palsu. Apa dia kagak bisa yee nanyak sama kepala RT setempat? AHH bener-bener absurd !
Mungkin gue cinta? Mungkin
atau gue cuman sekedar kagum dengan kecantikannya doank? Entahlah
Pingin jadi pacarnya? eummmm -_____-
Gue gak mau buru ambil sikap. Gue cuman ikutin aja kemana alur cerita yang akan bawa gue dan elonya. Gue gak mau terburu-buru dan terlallu cepat ungkapkan perasaan. Cepat pergi dan akan cepat hilang nantinya. Kupikir benar demikian.
Gue coba semai sendiri benih cinta yang ada dalam hati. Hingga saat mereka benar-benar tumbuh dan bermekaran dengan indahnya. Hingga gue benar-benar yakin akan perasaan gue dan yakin atas cinta gue ke elo, disitu gue akan curahkan seutuhnya buat elo (eciyeeeeee...)
Let's pray for me.
Senin, 17 Oktober 2011
SEMPURNA
Satu titah dari bidadari. Ciptaan yang menyerupai indahnya makhluk langit. Dari segala kata indah mendekati sempurna, sampai yang memang benar-benar sempurna. Mereka adalah perempuan, mereka bidadari.
Mereka seperti...
Tatapan mereka yang begitu dalam. Arti dari satu keteduhan abadi. Haru biru teduh, bahkan lebih baik dari payung langit. Selamanya memancarkan kedamaian.
Tutur perkataan mereka. Khas lembut membelai telinga. Perkataan merdu mereka yang mampu padamkan emosi serigala kami para lelaki. Perkataan mereka pula yang menyulut semangat membakar dada ini. Dari perkataan mereka kami mendapat solusi. Hanya dengan perkataan mereka kami bisa berpikir jernih. Satu sosok penunjuk arah kami. Tutur kata dari mulutnya membuat kami menjadi pemberani, dan mereka pula yang tenangkan ketika terjebak dari keputus-asaan. Dan dari mereka keyakinan bahwa segalanya adalah kemungkinan.
Sentuhan mereka yang tak pernah melukai. Lembut membelai, beri satu kedamaian. Satu sentuhan mereka membelai peluh kami hilangkan lelah letih dalam diri.
Yang paling mengerti, yang paling memahami.
Mereka kekuatan kedua kami. Mereka kekuatan kami. Mereka mengajari kami untuk melindungi, dan dari mereka kami mengenal arti tanggung jawab seorang lelaki.
Mereka adalah senyum dunia. Tawa lepas dari bibir manis mereka memberi warna bagi dunia yang telah menghitam-putih. Andai aku mampu, dengan segala ketidak-sempurnaan yang aku rengkuh saat ini..
Ingin aku miliki satu dari mereka yang indah. Dan jadikan aku seorang lelaki sejati.
Dengan mu, jadikan diriku kekasih yang sempurna. Setidaknya di matamu dan di mata Tuhan ku
Roman terlalu Picisan
Segala kecemasan dalam hati mengganggu. Dari kiri kanan depan belakang. Segala cemas cemas dalam hati mengganggu harapan. Pasti sesuatu akan terjadi. Bertanya tanpa jawaban dan biarlah sesuatu kan terjadi. Asal jiwa ini masih kuat dengan akal sehatnya semua bakal baik-baik saja. Ga mesti berakhir dengan dentuman peluru dengan mesiu nya yang khas. Atau dengan sesuatu yg tajam dan mengoyak sesuatu.
Jadi apa aku nanti? Bisa apa aku kelak? Bagaimana ujung hidupnya? Dengan siapa aku akan habis? Siapa yg bisikkan kalimat kunci surga ketika aku hampir mati?
Gak. Gak ada yang tau.
Aku tau hukumnya, aku tau teorinya, aku tau cara melaksanakannya, dan semua tau itu. Tapi ga seutuhnya dilakuin. Entahla, dari sisi jiwa yg paling dalam mungkin iblis telah bersarang cucu disana. Atau kekebalan nafsu yg diluar kendali menutupi sisi rohani yg merindukan Tuhannya.
Gak akan ada kata berhenti dari yg hitam sebelum kita menjadi tua. Dan semoga masih diberi kesempatan.
Dan sedikit tentangmu...
Segala bentuk kedamaian ada di matamu. Segala mahakarya keindahan itu ada di wajahmu. Dan segala kelembutan itu tersirat dalam tiap kata yang kau ucapkan. Begitu indahnya kamu hingga aku.....entahlah. Entah bagaimana caranya aku ceritakan bagaimana aku dan apa yang aku rasakan ketika berbicara tentangmu. Aku ga muluk-muluk. Aku ga mau begitu tinggi bermimpi tentang kamu. Toh, bila ku bermimpi tentangmu dan nyatanya hidup dan kenyataan berkata lain, hanya akan ada kecewa yang mendalam. Dan aku sudah terlalu letih untuk itu. Biarkan berjalan. Biarkan semua waktu yang tentukan. Terlalu dini ku pikir ungkapkan cinta karna hati kita masing2 sebelumya pernah terluka. Biarkan saja ini tercurahkan seadanya. Seperti tiap tetes air hujan yang turun walau dengan gemuruh namun berakhir dengan damai dan indah diiringi pelangi. Sedikit benih cinta ini akan disemai sendiri. Hingga pada yang saat yang tepat akan aku ungkapkan semua.
Just like this..
I dont know what the future brings..
Hope you are the one I share my love with..
Wish that you could be the one I die with..
And wish you are the one I built my home with..
Hoping so much. Just hoping me so much.
And wish me (again) lucky.
Jadi apa aku nanti? Bisa apa aku kelak? Bagaimana ujung hidupnya? Dengan siapa aku akan habis? Siapa yg bisikkan kalimat kunci surga ketika aku hampir mati?
Gak. Gak ada yang tau.
Aku tau hukumnya, aku tau teorinya, aku tau cara melaksanakannya, dan semua tau itu. Tapi ga seutuhnya dilakuin. Entahla, dari sisi jiwa yg paling dalam mungkin iblis telah bersarang cucu disana. Atau kekebalan nafsu yg diluar kendali menutupi sisi rohani yg merindukan Tuhannya.
Gak akan ada kata berhenti dari yg hitam sebelum kita menjadi tua. Dan semoga masih diberi kesempatan.
Dan sedikit tentangmu...
Segala bentuk kedamaian ada di matamu. Segala mahakarya keindahan itu ada di wajahmu. Dan segala kelembutan itu tersirat dalam tiap kata yang kau ucapkan. Begitu indahnya kamu hingga aku.....entahlah. Entah bagaimana caranya aku ceritakan bagaimana aku dan apa yang aku rasakan ketika berbicara tentangmu. Aku ga muluk-muluk. Aku ga mau begitu tinggi bermimpi tentang kamu. Toh, bila ku bermimpi tentangmu dan nyatanya hidup dan kenyataan berkata lain, hanya akan ada kecewa yang mendalam. Dan aku sudah terlalu letih untuk itu. Biarkan berjalan. Biarkan semua waktu yang tentukan. Terlalu dini ku pikir ungkapkan cinta karna hati kita masing2 sebelumya pernah terluka. Biarkan saja ini tercurahkan seadanya. Seperti tiap tetes air hujan yang turun walau dengan gemuruh namun berakhir dengan damai dan indah diiringi pelangi. Sedikit benih cinta ini akan disemai sendiri. Hingga pada yang saat yang tepat akan aku ungkapkan semua.
Just like this..
I dont know what the future brings..
Hope you are the one I share my love with..
Wish that you could be the one I die with..
And wish you are the one I built my home with..
Hoping so much. Just hoping me so much.
And wish me (again) lucky.
Langganan:
Postingan (Atom)