Senin, 09 Oktober 2017

Janji

Kutuliskan dengan segala kerendahan.Apalah arti diantara aku dan waktu tanpa mu.
Dibalik semua yang terbagi, terhampar jelas saat ini.

Sayang..
Bila ada seseorang yang harus aku bahagia kan, pasti kamu.
Bila ada janji yang harus aku tepati,adalah janji untuk tetap bersama mu.
Bila ada doa yang terkabu kan, tak akan aku lewati tanpa kamu didalamnya.
Semua yang ada dihati, lebih baik dari apa yang aku tulis saat ini.

Namun bila ada yang sedikit kelam diantaranya, aku ada disini sayang.
Tanganku yang kecil ini akan menahannya untukmu.
Tetaplah seperti itu sayang, dengan perasaan yang sama. Hingga hari yang kita nantikan tiba sayang..

Namun yang pasti, aku cinta kamu,kemarin, saat ini & selamanya.
Begitulah yang aku pinta kan kepada utusan langit yang mendengar doa ku malam ini

Jumat, 25 Oktober 2013

Cinta Pertama

Hingga detik dendangkan waktu
Mengubah hari sedemikian hingga bertahun
Dan tiada arti bagi hati,
Yang telah terbentuk mati olehmu

Demikian indah hanya berbekas
Berpindah pangkuan pun tetap tak merubah

Jumat, 06 September 2013

The Destiny Did

Ada jutaan kisah selain aku dan kamu malam itu. Ada entah berapa puluh juta cinta disana. Namun ku rasa tiada yang paling baik.
Walau berjalan sederhana namun kita merajut dengan indah.
Karena memang seperti lilin yang yang terbakar namun penuh makna. Seperti pelangi yang datang setelah hujan. Atau seperti bintang malam yang senantiasa ditunggu hadirnya.
Indah sekali. Sempurna. Seakan tiada celah.

Setelah ku terima kepastian, dengan semangatku berlari menuju wilayahmu. Ada berbagai tempat yang kita bisa habiskan untuk kali ini.

Begitu tiba, senyumanmu yang ku dapat. Ahh, entah bagimana caranya kau selalu bisa membuatku terpesona. "Cantik banget sih malem ini", spontan aku berkata. Dia hanya merespon dengan cubitan kecil disertai dengan cinta ku pikir. Tak terasa sakit sama sekali.

Bagaimana kita melewatkan aku tak tahu. Aku tak memperhatikan waktu. Bayangkan saja aku habiskan satu malam bersama makhluk yang paling dicintai.

Malam itu, senyuman mu aku ingat jelas, suaramu masih terekam jernih, indahnya kamu. Hingga aku membusung dada seakan tiada lagi pria seberuntung aku.

Ketika malam pun kian pekat, kita kembali. Serasa bagai pria yang paling kuat, saat kau berlindung di balik raga ini dari terpaan dingin malam.

Dan...
Dan.. Disaat tiba kau menangis. Rintih. Hingga tak tahu apa yang harus aku lakukan.

"Can we stay for a minute?"

"Impossible dear. It's too late now"
 
"You. The person that I want to spend my love with. But if the destiny will speak different, You know it still remain, dear". Dia selesaikan kalimatnya dengan memelukku erat.

Andai saja aku tau itu yang terakhir darimu yang bisa aku dapatkan. Mungkin rela ku tancapkan saja sebilah belati di dada kiri. Ku kira indah bila mati di dalam pelukan mu.


Senin, 12 Agustus 2013

Mengenang, Menyumpah, Mengumpat, Berdoa untuk kamu, Cintaku

Hanya akan ada rasa sesal ketika segala perbuatan terlalui dengan cara yang salah
Hanya akan ada nama ketika aku, kau dan mereka mati
Hanya akan belang yang ditinggal harimau ketika mereka tak lagi mengaum


Hanya akan ada aku ketika kau menyadari semua
Hanya akan ada aku ketika kau mengingat kita dengan rasa menyesal
Hanya akan ada aku ketika manis getir kau dan aku berubah menjadi kenangan

Hanya akan ada aku. Ketika kau sadari rasa egomu yang bersalah dan ketika semua sudah terlambat.

Hanya akan ada aku yang kau khianati dan terus menghantui hingga kau mati.

Minggu, 09 Juni 2013

Kamu

Kamu luar biasa tapi tidak bersama.
Kamu mati namun masih terlihat disini.

Kamu masa depan namun tak teraih
Kamu masa lalu namun tak terlupakan.

Kamu seluruh, bukan sebagian.
Kamu indah, sumpah aku hina yang melewatkan

Jumat, 26 April 2013

Berakhir, Memulai

Biarkan saja dia datang. Ingatkan bila dia lupa mengucapkan salam. Ajarkan pula bagaimana dia harus menjalani agar semua terasa hidup. Tak usah berfikir dan berhenti berharap.
Semua seakan terlalu untuk direncanakan. Bukan kah cinta itu sebagian dari hidup? Bila cinta saja sudah difikirkan dan hidup sudah direncanakan, lalu apa hebatnya? Rencanakan saja sebagian, dan biarkan mereka berjalan dan memberi kejutan.
Dan seketika mereka pergi? Ucapkan salam sekali lagi. Dan jangan hiasi dengan ratap tangis. Mereka tak memikirkanmu saat meninggalkan, lantas apa yang membuat mu memikirkan mereka?
Hidup akan menjadi terlalu singkat hanya untuk memikirkan apalagi mengenang mereka yang meninggalkan.
Memang cinta bisa saja berakhir, tapi hidup terus berjalan.

Rabu, 06 Maret 2013

Per Sempre | Ku Cinta, Kau Tak Pahami

Kita terlalu menganggap wajar apa yang terjadi diantara kita sendiri. Begitu mudahnya celah yang ada sehingga tanpa sadar kita mematikan apa yang kita mulai.

Hingga semuanya terasa kian hambar. Terlalu takut melewati sakitnya luka kehilangan, namun tak jarang kita saling mengacuhkan. Harusnya aku atau harusnya kamu. .......

Bulan saja terkadang bersembunyi dibalik kelam malam. Sedangkan hujan juga turun dengan derasnya ketika bumi merintih. Semua akan ada akhirnya. Mungkin tak siap diri hadapi apa yang tak kita cari. Ketika aku dan kamu siap, mungkin sedikit pun tak ada celah lagi untuk kita saling mengenang.

Sekali lagi ku katakan, hanya saja aku belum sanggup memendam apa yang harusnya tak mati. Memusnah satu kekuatan kekal. Entahlah. Seharusnya kamu tak ragu, dan aku tak sangsi. Sedikit saja gunakan bahasa yang aku ketahui. Sedikit saja tunjukkan jelas bagaimana kau menerima semua yang aku serahkan. Aku terlalu lelah untuk mengerti lebih. Bagaimana menopang dunia ku lalu ku harus mengertikan kamu yang tak pernah bisa memahami. Kamu harusnya berarti lebih.

Aku sudah tuliskan di setiap bagaimana ku memulai hari. Aku sudah menari diatas papan tombolku, coba selaraskan hati dan tulisan. Aku sudah mengubah tatap mataku kepadamu, andai kau bisa menangkap pancarannya. Aku sudah mengubah lisanku, andai kau dengar bisikannya. Aku sudah menutup hariku dengan memimpikanmu, andai semua tersampaikan kepadamu.

Hanya saja, sampai kapan aku bisa bertahan untuk diacuhkan? Karna kau menanggapi berlainan.
Dan kini pun mulai terasa berat. Entah bagaimana aku memulai hingga kini perih saja terasa. Aku tak ingin aku terjaga hingga terlelap menyesali aku tak sampai bersamamu atau menyesali memendam ini sendiri.

Dan tahukah, ku memulai hari setiap paginya dengan secangkir kopi yang terasa pahit. Sepahit seorang yang dianugerahkan cinta lalu melewatkannya karna dia yang tak mengerti bagaimana menyampaikan atau kamu sendiri yang tak memahami.

Aku hanya tak ingin ada kata terlambat yang memperparah keadaan ini dan akan perlahan membunuhku lalu menghantui sisa hidupmu sendiri.







34446632

Minggu, 23 Desember 2012

Decision

Seberapa jauh kapal kan berlayar, hanya akan ada ombak yang akan menerjang.
Seberapa jauh angin bertiup, hanya akan menubruk gunung pecah segala arah.
Hingga seberapa jauh kau memandang ke dalam hatiku, hanya akan kau temukan "kau dan kita" disana.

Bersama keluhnya. Bersama rintihnya.
Juga rasa tak ingin. Dan ada juga kemauan.

Sedemikian ini diantara kita begitu rumit hingga akan semakin menjadi mungkin bila kita menyatu.
Betapa jarak akan membunuh setiap benih cinta yang aku dan kau tanamkan.
Betapa ruang dan waktu akan menyekap setiap tindakan mesra dan menumbuhkan ego. Cemburu.

Aku tidak munafikan perasaan ini. Aku sayang, cinta, jatuh. Terdalam.
Namun aku juga tidak buta akan perbedaan kita. Perbadaan yg akan terlalu menguji dan terlalu banyak memakan buah pikiran.

Aku hanya tak ingin bila kau butuhkan aku tak ada.
Aku hanya tak mau mendengar kau melemah dan aku tak ada menguatkan.
Aku hanya tak ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pecundang kita berada di tempat yg tak seharusnya. Tak berada dalam pandangan matamu, dan rentang lenganmu.

Andai ini memang benar menyatu. Kuatkanlah. Masih ada sedikit kepercayaan akan kuasa keajaiban atas takdir.
Andai ini hanya angan, biarlah menjadi angan. Berangan untuk bersama mu dan memiliki cinta yang tulus di dalamnya, sudah cukup bagiku.

...............

Demikian dia berkata kepada bulan menutup malam. Sebelum semuanya pergi.

Kamis, 13 September 2012

Remain

Kita seperti enggan mau mati.
Padahal hitam sudah ada di sebelah kiri.

Kita seperti enggan ditinggalkan
Tapi semua udah jauh

Detik sudah mendendangkan waktu
Semakin melaju

Entah butuh berapa besar kekuatan untuk memutar-balik.
Mari kita kubur paksa saja semua yang masih hidup ini.

Jumat, 07 September 2012

Politikus tikus mampus

Lucu aja. 
Banyak yang kritik ini-itu, banyak yang punya ide buat indonesia yang lebih baik, banyak yg ngerasa bila si "beliau" jadi pemimpin bakal lebih baik dari si "beliau" yang ini. 
Banyak yg bicara keadilan, banyak yang bicara soal.. walah! Anjing itu semua. Kalo cuma bisa ngomong doank tapi perbuatan ga ada bagus diem aja. 
Kalo cuma sekedar teriak-teriak bernada mengecam atau kecewa yang ga jelas, maki-maki presiden dan antek-anteknya lewat jejaring sosial, atau buka-buka forum berdebat soal pemerintahan yang acakadut, berkomentar kritik ini itu.. ya bagus gausalah.
Kita boleh aja sih kritis terhadap pemerintah kita sendiri. Tapi ya harus dengan perbuatan donk. Kadang suka gimana gitu ngeliat beberapa temen mahasiswa yang kerjanya cuma komen doank, buat status2 facebook yang kesannya menyindir pemerintah, walah ampe mau mampus kau buat status juga ga mungkin Pak SBY baca.
Ini alasan kenapa aku milih apatis. Karena kalo ditelusuri ga ada calon yang tepat buat jadi presiden. Banyak keputusan dari pemerintah kita yang nyeleneh. Pusing mikirinnya.
Yang bikin aku miris, dari salah satu media massa beritain kalo anggaran untuk pemilu  2014 itu mencapai 8,1 T. Uang segede gitu udah bisa bangun 3 stadion berstandar FIFA. Gile bener.
Lebih miris lagi kalo negara kita ngadain pemilu dengan biaya segitu, dan kita milih calon yang nantinya bakal ngerugiin negara alias korupsi sekian miliar rupiah, haih mati aja udah. (mudah2an sih gak bakal gitu deh)
Yaudalah. Aku ga ngurus. Idup sendiri aja acakadut nagapain juga ngurusin pemerintahan yang emang dari dulu acakadut. Terserah siapapun presidennya, terserah siapa aja yang mau korupsi atau menteri se-DPR mau korupsi berjamaah ya terserah. Yang penting idupku masih bisa tenang. Masih bisa santai asal masih bisa makan. Itu udah lebih dari cukup. Ngomong-ngomong, di situasi seperti ini jadi kangen ama Alm. Pak Harto. Seandainya beliau masih muda dan masih ada dan juga masih menjabat sebagai presiden, mungkin tulisan ku yang kali ini ga bakal ada, Kenapa? Silahkan anda baca sendiri di sini Jenderal Soeharto dan untuk referensi lain juga aku buat lagi tulisan tentang beliau di sini The unsolved, Soeharto
Yah begitulah, emang susah emang ngatur negara bekas "didikan" kompeni.
 

Kamis, 06 September 2012

Optimize


Lihatlah sayang, betapa waktu dan iringannya begitu menguji kita?
Rasakanlah sayang, entah dimana takdir ini berpihak? Kepadaku? Kepadamu? atau kepada kita? Atau bahkan tidak sama sekali.

Sadarilah sayang. Begitu ini sangat menyulitkan. Begitu perbedaan yang menyeruak diantara kita.
Hingga hanya sebab merindukanmu saja sudah begitu rumit bagiku.........

Selasa, 04 September 2012

Cerita tanpa Kisah

Hanya beberapa dentang waktu yang bergulir sedemikian cepatnya. Dan secepat ini.
Semua selesai tanpa tau bagaimana aku memulainya, apa yang aku lewatkan dan apa kurang-lebih nya dari semua ini.

Hanya beberapa senyum, tawa dan tangisan pekat yang ku ingat. Juga perasaan debar-debar seperti perasaan-perasaan sebelumnya.

Tragedi Ponstan

Persedian rokok dan kopi pun habis. Dan inspirasi juga ga datang-datang. Hanya beberapa perasaan rindu yang hampir tidak diperdulikan lagi yang selalu menemani. Masa iya siang ini harus makan siang dengan menu "rindu"? Halah.\

Akhirnya dipaksain juga jalan kaki ke warung depan komplek. Niat beli rokok dan beberapa cemilan buat nahan laper sementara. Tuing! Sampe juga di warung. Pas udah nyampe di depan empu nya warung dan bilang apa yang mau ane beli nih gan... Tiba-tiba ada anak kecil nerobos antrian ane...


Sabtu, 18 Agustus 2012

The Confession

Bagaimana sesuatu yang indah kian begitu menyesatkan?

Seharusnya ini mudah. Aku suka, aku sayang. Lalu menuai beberapa rasa rindu. Dan tanpa diperintah pun segala tindakan pun berusaha menunjukkan rasa. Secara samar-samar menyalurkan sedemikian indah cinta.

Hingga sampai saat ini. Entah kamu merasakan atau tidak. Entah kamu menyadari atau tidak. Entah kamu mengakui atau tidak. Atau bahkan kamu merasakan, menyadari namun tak ingin mengakui? Entahlah.
Sesungguhnya seandainya kamu bisa mengerti, tanpa mengesampingkan keinginan untuk terbalaskan, beberapa perasaan ini hanya ingin pengakuan olehmu.

Sungguh ini serasa membunuh perlahan. Hampir lelahku meneruskan

Jumat, 17 Agustus 2012

Indonesia Merdeka, Aku (belum) Juga

DIRGAHAYU INDONESIA 67...

dimana-mana, disetiap iklan di tipi koran, di majalah, banner di jalan-jalan, dan semua bertuliskan kalimat di atas tadi. Bahkan udah bisa ngalahin ketenaran sensasi klinik Tong Fang. (hahahaha)

Oke. Indonesia udah merdeka. Udah 67 Tahun sob. Untuk usia manusia jelas itu bukan usia yang muda lagi. Manusia yang berumur 67 tahun itu ya sifatnya..emm.. anu.. emm ya kayak orang tua deh. Kalo dia muslim dia bakal rajin sholat, rajin beramal (maklum ntar lagi bau tanah) ehh. Pokoknya seusia itu diikuti dengan pemikiran yang lebih lebih dan lebih dewasa.

Balik ke laptop, maksudku balik ke masalah Dirgahayu Indonesia tadi.
Apa yang kita dapet selama merdeka 67 Tahun?
Apa perubahan selama merdeka 67 tahun?

Senin, 13 Agustus 2012

Talk To The Moon

Malam ini. Kelamnya malam sedikit memudar karna begitu banyak bintang yang berkelip manja. Sedangkan bulan dengan cahaya semunya juga sumbangkan sedikit terang.

Tidak seperti biasanya. Fabian di rumah. Menikmati malam yang tak pernah ia lewatkan di rumah. Ga ada gelas berdentingan, teriakan-teriakan euforia frustasi, tak ada asap tebal nikotin. Tidak. Ga ada acara berkumpul dengan teman-teman. Setidaknya untuk malam ini.

Ada yang merubah Fabian. Sosok yang paling berpengaruh atas senyumnya, tawanya, dan bahagianya. Dan juga sumber dari segala keresahan yang dirasakan. Deny, adalah wanita dengan sejuta misteri yang sampai saat ini belum terpecahkan olehnya.

....


Hingga terduduk Fabian di suatu malam. Di sudut halaman rumahnya. Berteman dengan sebotol bir dan kotak dengan isi beberapa batang rokok. Sembari ia menyulut rokoknya, mata tak lepas dari pandangan bulan. Hembusan nafas beriring dengan putih pun berhamburan. Bersama beberapa pertanyaan, sedang apa, dimana dan bagaimana keadaan Deny sekarang.

Kamis, 09 Agustus 2012

Secretive

Aku kagum lalu kemudian sayang.
Aku merindu dan seketika cinta.

Walau kadang mendusta.
Mendusta untuk berpura-pura "tidak" walau sebenarnya "iya"
Munafikan debar ketika berjumpa, menangkap senyummu lalu terpana lembut suaramu.

Kamu indah, tapi aku yang resah
Aku yang cinta susah, tapi kamu tidak berkata seakan berpura-pura.

Sedikit tahukah..
Sakitnya hati ini saat tersedianya diri ini dalam sempitnya waktu hanya untuk menyebut namamu dalam keadaan hati yang merindu?
Sakitnya hati ini saat ku hibur diri, ratapi keluhan betapa kamu tak mengerti. Terlebih jika kita berakhir tak seperti apa yang aku harapkan?
Sakitnya logika ini saat memejamkan mata, bayangkan betapa sempurna aku bersanding dengan sempurnanya kamu?
Sakitnya ketika ku bermain dengan khayal, menyiasati takdir. Bahagia ku? Senang mu? Dan kita?
Sakitnya rindu, rasa gelisah, kehilangan sesuatu atas apa yang belum aku miliki, kamu?
Dan betapa harunya ketika merapalkan impian di dalam benak. Mengundangmu ke dalam mimpi. Dan bisikkan harapan kepada Mereka. Semoga terbaik untukku denganmu, terlebih kamu dengan atau tanpaku.

Selamat sayang, kamu ajarkan cinta hanya dengan pandangan dan tutur perilaku lemah gemulai.
Selamat sayang, kamu jadikan aku budak hatimu. Kini lepas sudah pasrah hati ini menerima titahmu kepadaku.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Perfeksionis


Semesta pun merestui dan seakan berpadu dalam hati. Dalam tiap gerakannya hingga bahkan setiap bundar bola pejal kian mengamini dalam putaran porosnya.

Bahkan si kecil mitos bersayap pun seakan berjuang dalam kasat mata ini, membujuk rayu hatimu membuka pintu, menyambut tangan kasihku.

Dan hingga sepertinya detak jantung, denyut  nadi lirih mengamini setiap doa yang terpanjatkan, kepada harapan yang dibisikkan dengan lemah penuh harap. Bahwa hanya denganmu ku temui sejati, hanya denganmu batin ini serasi, hanya dengan mu jiwa ini merasakan kasih..dan sayang.

Begitu juga dengan mimpi, tak pernah luput dengan lukisan wajahmu, lengkung senyum manismu. Walau tak bisa aku bedakan antar tidur dan warasku. Hanya saja ketika terpejam atau terbukanya mataku hanya aku lihat wajahmu.

Selalu saja terjadi. Bagaimana pikiran ini berjalan, habiskan kekuatannya lewati kehidupan, memeras ide, bekerja maksimal. Namun tak pernah sedetik saja aku bebas dari belenggumu. Tak pernah sebentar saja aku bebas tanpa memikirkanmu.

Lalu tak bisa ku pula pungkiri resah gelisah ini, prasangka ingin tahu seketika muncul. Sedang apa, dimana, atau hanya ingin tau baik atau tidakkah dirimu hari ini. Hingga sedemikian ini semua merajut asa sedalamnya senandungkan rindu. Begitu derasnya sampaikan rasa candu. Ingin bertemu.

Kemudian bagaimana dengan doa. Ada namamu setelah ku sebut nama-Nya. Ada harapanku untuk bersamamu setelah ku bersyukur pada-Nya. Ada masa depanku yang ku harap bisa ku habiskan dengan mu saat aku memuji kuasa-Nya. Terselip kata-kata indah dari mulut dan mengadah harapan tangan ini kepada-Nya. Terlewati dengan dirimu di dalamnya.


Masih ingin berpaling dariku?
Masih ingin menjauh?
Masih tidak memperdulikanku?
Masih ada keraguan untukku?
Celakalah aku.

Selasa, 31 Juli 2012

Nothing Last Forever


It is so easy to see
Disfunction between you and me
I must free up these tired souls
Before the sadness kills me

I tried and tried to let you know
I love you but I'm letting go
It may not last but I don't know
Just don't know

A place that's warm with memories
Can heal us temporarily
The misbehaving only makes
The ditch between us so damn deep

Built a wall around my heart
I'll never let it fall apart
But strangely I wish secretly
It would fall down while I'm asleep


Tough we have not hit the ground
It doesn't mean we're not still falling,
Oh I want so bad to pick you up
But you're still too reluctant to accept my help
What a shame, I hope you find somewhere to place the blame
But until then the fact remains


If you don't know
Then you can't care
And you show up
But you're not there
But I'm waiting
And you want to still afraid that I will desert you


Everyday
With every my hopes whispered we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
Nothing lasts forever, but I must be honest
It hurts but it may be the only way

argh !

PENGAKUAN ku


Selamat kapan saja, Sayang! Sudah sebulan ini aku membuat sepuluh lagu khusus untukmu. Maaf, mungkin aku bisa menyampaikan apa saja dalam percakapan kita, tapi tidak yang ini. Biar urutan lagu-lagu ini berbicara kepadamu.


1. Ada Sesuatu


2. Maukah Kamu


3. Dalam hati


4. Percayaiku


5. Yang Penting


6. Genggam Tanganku


7. Dan Sudah Lama


8. Selama-lamanya


9. Ingin Aku Ungkapkan.


10.  Sebagai Pasangan Hidupmu?





Aku adalah ganjil saat sendiri, pun dirimu. Kita adalah genap saat bersama, apalagi bila selamanya. Bacalah bilangan ganjil terlebih dahulu, baru yang genap, untuk menggenapinya. Bacalah sekarang!


Bila kamu tersenyum setelah membaca ini, aku berjanji akan menyanyikan sepuluh lagu ini langsung di depanmu... dan anak-anak kita